General News

Guncangan Transisi: Rupiah Melemah hingga Rp17.500

Rupiah terus melemah hingga di atas Rp17.500. Pemerintah dinilai tak menunjukkan langkah besar, sementara oposisi disebut masih terbatas.

jpnn.com – Saya memang perlu merenung panjang sebelum mengangkat anjloknya rupiah di tulisan hari ini.. Utamanya memikirkan mengapa pemerintah seperti adem-ayem saja.. Tidak terlihat ada yang darurat.. Tidak pula ada penjelasan baru selain yang dulu itu: turunnya kurs rupiah hanya siklikal –di saat-saat tertentu ketika banyak perusahaan sedang perlu dolar.. Tapi nyatanya penurunan nilai rupiah masih terus berlanjut, sampai angka yang mengkhawatirkan: di atas Rp17.500.. Tetap saja tidak ada langkah besar pemerintah yang bisa dibaca

sebagai pengereman penurunan itu.. Mungkin pemerintah beranggapan lebih baik menjaga agar cadangan devisa tetap tinggi dari pada menggunakannya untuk intervensi pasar.. Toh, sampai pun cadangan devisa habis belum tentu berhasil memperkuat rupiah.. Bisa juga karena hasil analisis intelijen pemerintah begitu yakin: anjloknya rupiah tidak akan membuat jatuhnya pemerintah.. Unsur-unsur yang membuat pemerintah jatuh tidak atau belum terpenuhi: harga pangan relatif stabil, inflasi rendah, pertumbuhan ekonomi meningkat.. Gerakan oposisi masih sangat terbatas dengan tiga atau empat

tokoh utamanya yang Anda sudah tahu: Prof Saiful Mujani, Ustaz Islah Bahrawi, Feri Amsari, dan Ray Rangkuti.. Merekalah yang terang-terangan mengatakan tidak ada jalan lain kecuali Presiden Prabowo harus dijatuhkan.. Sedang Rocky Gerung sudah masuk ke lingkaran istana.. Melihat tenangnya sikap pemerintah saya menduga semua itu sudah diperhitungkan.. Itu sudah masuk risiko yang harus dihadapi akibat kebijakan baru yang dilakukan pemerintah Prabowo.

rupiah melemah, Rp17.500, cadangan devisa, oposisi Prabowo, inflasi rendah, harga pangan stabil, gerakan politik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Are you human? Please solve:Captcha


Secret Link