indonesia news

Mendorong Literasi Keuangan Lewat Sekolah Pasar Modal Reksa Dana

Kantor Perwakilan BEI Jawa Timur bersama MNC Asset Management menggelar Sekolah Pasar Modal untuk meningkatkan literasi investasi reksa dana bagi masyarakat.

Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (KP BEI) Jawa Timur bersama MNC Asset Management cabang Surabaya baru saja menggelar Sekolah Pasar Modal Reksa Dana untuk mendorong literasi keuangan di wilayah Jawa Timur.

Kegiatan yang berlangsung secara tatap muka pada Kamis (30/4/2026) ini berhasil menarik minat masyarakat luas yang ingin memahami lebih dalam mengenai instrumen investasi.. Para peserta yang hadir datang dari berbagai latar belakang, menciptakan suasana diskusi yang hidup saat membedah tantangan dan peluang dalam dunia investasi modern.

Membuka Akses Investasi bagi Masyarakat

Branch Manager MNC Asset Management Surabaya, Rezha Pahlafi, menekankan bahwa reksa dana merupakan instrumen yang sangat relevan bagi masyarakat yang ingin berinvestasi namun terkendala modal serta keterbatasan waktu untuk memantau pasar.. Ia menjelaskan bahwa diversifikasi risiko dalam reksa dana memberikan rasa aman bagi pemula.. Harapan besar dititipkan agar masyarakat Jawa Timur tidak sekadar tahu, melainkan mampu mengelola keuangan mereka secara lebih terencana untuk masa depan yang stabil.

Sementara itu, Deputi Kepala Wilayah Jawa Timur KP BEI Jawa Timur, Hesty Budiharti, menyoroti urgensi edukasi berkelanjutan dalam membentuk kebiasaan investasi yang konsisten.. Menurutnya, pemahaman mendalam adalah kunci agar masyarakat tidak terjebak dalam investasi bodong yang merugikan.. Program ini menjadi jembatan bagi calon investor untuk mengenal pasar modal secara objektif dan akuntabel.

Pentingnya Edukasi di Era Digital

Di tengah maraknya tawaran investasi digital yang menawarkan keuntungan instan, kehadiran sekolah pasar modal seperti ini menjadi krusial.. Edukasi formal memberikan landasan berpikir logis bagi masyarakat agar tidak mudah tergiur janji manis tanpa analisis yang mendalam.. Fenomena ini menunjukkan bahwa kesadaran finansial masyarakat Jawa Timur kini mulai bergeser ke arah yang lebih rasional.

Secara makro, peningkatan literasi keuangan di daerah akan berdampak positif pada ketahanan ekonomi nasional.. Ketika masyarakat mulai mengalokasikan dananya ke instrumen resmi, sirkulasi modal di dalam negeri akan semakin sehat.. Investasi bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan mendasar dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

Komitmen dari para pemangku kepentingan untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif ini diharapkan dapat terus berlanjut. Langkah strategis seperti ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi upaya nyata untuk mendemokratisasi akses pasar modal bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.