Indonesia News

Pramono Anung Tekankan BUMD Jakarta Siap Hadapi Ancaman El Nino

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung instruksikan BUMD untuk memperkuat konsolidasi dan kesiapan menghadapi ancaman El Nino serta ketidakpastian geopolitik global hingga September mendatang.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara tegas meminta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar segera melakukan mitigasi serta mempersiapkan strategi matang dalam menghadapi tantangan geopolitik global dan ancaman fenomena El Nino.. Instruksi ini disampaikan langsung dalam ajang BUMD Leaders Forum yang berlangsung di Ancol, Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026).

Kondisi iklim yang tidak menentu dan ketegangan politik di berbagai belahan dunia menjadi perhatian utama pemerintah provinsi saat ini.. Pramono menekankan bahwa sektor bisnis di bawah naungan pemda harus memiliki daya tahan tinggi agar roda ekonomi Jakarta tetap berputar stabil di tengah guncangan eksternal yang diprediksi berlangsung hingga September 2026.

Membangun Ketahanan di Tengah Ketidakpastian

Dalam arahannya, Pramono menyoroti pentingnya konsolidasi internal yang solid sebagai fondasi utama.. Menurutnya, manajemen BUMD tidak bisa lagi bekerja dengan pola lama yang stagnan.. Ia menekankan perlunya membangun budaya perusahaan yang lebih terbuka, transparan, dan dikelola dengan standar profesionalisme tinggi untuk mengantisipasi risiko yang mungkin muncul akibat perubahan cuaca ekstrem yang kerap memengaruhi harga komoditas pangan dan stabilitas rantai pasok.

Bagi warga Jakarta, arahan ini menjadi sinyal penting bahwa pemerintah sedang berupaya menjaga ketersediaan pasokan barang pokok melalui BUMD pangan, seperti Pasar Jaya dan Dharma Jaya.. Ketika El Nino datang, tantangan utama yang sering dihadapi adalah kelangkaan stok dan lonjakan harga di pasar.. Dengan persiapan sejak dini, diharapkan dampaknya terhadap daya beli masyarakat dapat ditekan seminimal mungkin melalui manajemen logistik yang lebih tangkas.

Ambisi Ekspansi ke Pasar Global

Lebih dari sekadar bertahan, Pramono juga melemparkan tantangan baru bagi BUMD agar berani keluar dari zona nyaman.. Ia berharap perusahaan-perusahaan daerah tidak hanya berpuas diri menjadi pemain lokal, tetapi mulai melirik peluang untuk berekspansi ke pasar internasional.. Langkah ini dianggap krusial untuk memperkuat posisi fiskal daerah dan meningkatkan daya saing Jakarta di kancah global.

Langkah berani ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi BUMD terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan.. Ketika perusahaan milik daerah mampu bersaing di luar negeri, mereka tidak hanya menjadi penyedia layanan bagi warga kota, tetapi juga menjadi duta ekonomi yang membawa nama Jakarta di pasar global.. Perubahan paradigma ini membutuhkan keberanian dari para direksi untuk melakukan inovasi yang berani namun tetap terukur sesuai dengan tata kelola pemerintahan yang baik.