Korban Jiwa Ledakan SPBE Cimuning Bertambah Jadi 5 Orang

Duka mendalam masih menyelimuti kawasan Kelurahan Cimuning, Mustikajaya. Kabar terbaru yang dihimpun Misryoum menyatakan jumlah korban jiwa akibat ledakan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di sana kembali bertambah. Sekarang total ada lima orang yang meninggal dunia. Kami baru saja menerima konfirmasi langsung dari Camat Mustikajaya, Maka Nachrowi, bahwa salah satu korban yang sempat dirawat di rumah sakit akhirnya menghembuskan napas terakhirnya.
Korban tersebut adalah Kosasih, usianya sudah 65 tahun. Dia meninggal setelah berjuang melawan luka bakar serius akibat insiden maut yang terjadi pada 1 April 2026 malam itu. Kalau diingat kembali, aroma hangus dan sisa plastik terbakar masih sedikit tercium jika kita lewat di sekitar area SPBE milik PT Indogas Andalan Kita tersebut—atau mungkin hanya sugesti saya saja karena melihat puing-puingnya yang masih berantakan.
Kosasih sendiri sebenarnya adalah ayah dari Aulia Putri dan Sapta Prihantono. Keduanya sudah lebih dulu berpulang akibat kejadian yang sama. Jadi, keluarga ini benar-benar terpukul. Selain mereka, ada juga dua petugas keamanan SPBE, Suyadi (62) yang meninggal hari Minggu (5/4/2026) dan Jaimun (61) yang menyusul sehari setelahnya. Sungguh tragis, ya.
Sementara itu, dampak ledakan tidak berhenti pada angka kematian saja. Berdasarkan data verifikasi terbaru yang dikumpulkan tim Misryoum, ada sekitar 39 kepala keluarga (KK) yang terdampak langsung. Mereka bukan cuma warga Kota Bekasi, ada juga yang datang dari luar daerah. Kerusakannya? Cukup signifikan dan membuat lingkungan sekitar jadi porak-poranda.
Entah bagaimana proses pemulihan bagi warga yang rumahnya rusak itu nanti, tapi yang jelas situasinya masih belum sepenuhnya stabil. Kami akan terus memantau perkembangannya.
Semoga pihak-pihak terkait bisa segera memberikan solusi bagi para korban yang tersisa. Masih banyak yang harus dibenahi di lokasi kejadian, terutama pembersihan puing yang sampai hari ini rasanya belum tuntas sepenuhnya.