Kesiapan Balai Ternak Lombok Tengah Penuhi Kebutuhan Hewan Kurban

Baznas memastikan stok hewan kurban di Balai Ternak Lombok Tengah dalam kondisi prima menjelang Iduladha 2026. Program ini menjadi wujud nyata pengelolaan dana ZIS untuk pemberdayaan ekonomi peternak mustahik.
Menjelang momentum Iduladha 2026, Balai Ternak Lombok Tengah kini menjadi pusat perhatian sebagai pemasok utama hewan kurban yang berkualitas dan terjamin kesehatannya.
Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, melakukan peninjauan langsung ke kelompok peternak di Desa Pagutan, Kecamatan Batukliang, pada Kamis (23/4/2026).. Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan bahwa puluhan ekor sapi yang dikelola oleh peternak mustahik binaan Baznas berada dalam kondisi prima.. Langkah ini diambil bukan sekadar untuk memenuhi permintaan pasar, melainkan memastikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dipercayakan umat benar-benar memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat setempat.
Standar Kualitas dan Pemberdayaan Peternak
Lebih dari sekadar penyedia hewan kurban, Balai Ternak Lombok Tengah telah berkembang menjadi pusat edukasi bagi para peternak lokal.. Baznas secara aktif memberikan pendampingan teknis dan manajerial agar para mustahik mampu mengelola peternakan secara profesional.. Fokus utamanya adalah meningkatkan produktivitas serta memberikan nilai tambah melalui inovasi berkelanjutan.. Para peternak kini diajarkan untuk memanfaatkan limbah ternak menjadi kompos hingga biogas, yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga membuka peluang ekonomi tambahan bagi keluarga mereka.
Kehadiran balai ternak ini merupakan implementasi nyata dari konsep pemberdayaan berkelanjutan.. Di lapangan, peternak kini tidak lagi sekadar memelihara hewan secara tradisional, melainkan menerapkan sistem manajemen yang lebih terukur.. Sodik menegaskan bahwa transformasi ini sangat krusial agar peternak mandiri secara finansial dan mampu menghasilkan ternak yang memenuhi standar syariat serta kesehatan hewan yang ketat menjelang hari raya kurban.
Dampak Ekonomi bagi Masyarakat Mustahik
Jika melihat ke belakang, inisiatif ini mencerminkan pergeseran paradigma dalam pengelolaan dana sosial.. Dahulu, dana zakat sering kali bersifat konsumtif, namun kini dialihkan menjadi modal produktif yang berjangka panjang.. Dampak positifnya sudah mulai dirasakan oleh warga di Desa Pagutan, di mana tingkat kepercayaan diri para peternak meningkat seiring dengan perbaikan kualitas hidup yang mereka rasakan dari hasil budi daya.
Ke depannya, model Balai Ternak di Lombok Tengah ini diharapkan bisa menjadi cetak biru bagi wilayah lain di Indonesia.. Dengan menyinergikan aspek ibadah kurban dan pemberdayaan ekonomi mustahik, Baznas berhasil menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan.. Masyarakat mendapatkan hewan kurban yang layak, sementara para peternak lokal mendapatkan kesempatan untuk naik kelas dari ketergantungan ekonomi menuju kemandirian yang berkelanjutan.